DINAS PENDIDIKAN
KOTA SEMARANG

Sang Juara

Raih Penghargaan Nasional dan Internasional, Kerja Keras Kuncinya!

Des 15, 2017

JAKARTA – Tidak ada kemenangan yang bisa diraih tanpa perjuangan. Setelah melewati jatuh bangun sekira 4 tahun, tim Ainge ST berhasil meraih Juara 3 sekaligus Best National di Association for Computing Machinery (ACM) - International Collegiate Programming Contest (ICPC) pada Regional Asia Pacific & South East Peninsula yang diadakan di Binus University, Jakarta, baru-baru ini.

Tim yang beranggotakan Luqman Arifin Siswanto (Teknik Informatika 2013), Wiwit Rifa’i (Teknik Informatika 2013), dan Alfonsus Raditya Arsadjaja (Teknik Informatika 2014) mengaku tidak mendapatkan kemenangannya dengan mudah.

Dalam dunia pemrograman, Luqman dan Wiwit boleh dibilang tertinggal dari para pesaingnya. Namun, pengetahuan yang masih nol mereka jadikan motivasi untuk melakukan eksplorasi dan belajar lebih banyak lagi.

Sedangkan, Raditya sudah mulai menemukan ketertarikannya pada bidang Competitive Programming (CP) sejak SMA. Ia sudah mengenyam Olimpiade Sains Nasional (OSN), lomba-lomba setaraf SMA, serta situs-situs online judge sebagai latihan mandiri. Ketika kuliah, Radit memilih mendalami algoritma, struktur data, dan persoalan logika.

Dilansir dari laman ITB, Selasa (21/11/2017), mereka sempat mengecap kegagalan di berbagai kesempatan. Meski begitu, mereka memilih untuk tidak merasa rendah dan terus menjalani ketertarikan yang sama.

Hingga pada akhirnya, Tim Ainge ST yang mereka bentuk berhasil mengalahkan 77 tim kuat dari berbagai negara seprti Jepang, Taiwan, China, dan lainnya, sekaligus mengharumkan nama ITB di ajang internasional dengan menyabet gelar tim terbaik di Indonesia dan meraih peringkat 3 se-Asia Pasifik & Peninsula Tenggara.

“Pertama, tentukan dulu apa yang ingin dicapai selama kuliah, dan tentukan juga prioritasnya. Kemudian, tekuni dan perjuangkan mimpi tersebut. Jangan rendah diri karena belum tahu apa-apa, karena setiap orang pasti pernah mengalami hal yang sama saat baru memulai sesuatu. Jadikan hal itu motivasi bahwa kamu juga bisa seperti mereka, dan bahkan mungkin lebih. Tentukan seberapa besar usaha dan pengorbanan yang bisa kamu berikan untuk mencapai tujuan, jangan sampai menyesal di kemudian hari karena masih gagal mencapai tujuan tersebut, hanya karena belum cukup berusaha dan berkorban,” tutup Wiwit.

(sus)

sumber : https://news.okezone.com/read/2017/11/20/65/1817339/raih-penghargaan-nasional-dan-internasional-kerja-keras-kuncinya